Sabtu, 08 Oktober 2011

Dan Aku Mencintaimu Karena ALLAH


Cinta itu adalah ketika timbul perasaan aneh disekujur tubuhmu baik ketika kau melihatnya, mendengarnya, ataupun ketika kau merasakan kehadirannya di dekatmu. Adakalanya kau selalu ingin dekat dengannya, namun yakinlah, bahwa jarak yang jauh terkadang justru mampu mendekatkan hati kalian. Dan juga sebaliknya, kedekatan tanpa ikatan pernikahan seringkali merenggangkan hati kalian.

Cinta itu tumbuh secara tak terduga. Terkadang kau berpikir bahwa kau LEBIH BAIK mencintai orang tersebut. Namun ketika HATImu menolaknya kau tak akan mampu berbuat apa-apa. Biarlah perlahan-lahan hatimu, bersama dengan masa yang akan menghapusnya dari pikiranmu.

Namun ketika HATImu membenarkan, kau justru akan dibuat kebingungan karenanya. Kau justru akan berpikir ulang sebelum kau benar-benar yakin bahwa dialah cintamu yg sebenarnya.

Cinta karena Allah adalah ketika kau mengerti, tak hanya kelebihan dari orang itu yang kau lihat, namun juga MEMAHAMI dan MENERIMA kekurangan-kekurangan yang dimilikinya. Sungguh pun kau baru boleh mengatakan bahwa "aku mencintainya" setelah kau benar-benar mengenalnya dengan sebenar-benarnya, yaitu baik dan buruknya.

Cinta karena Allah itu tidak akan pernah sebatas pada penampilan dan kecantikan. Adakalanya kau akan lebih mencintai sebongkah arang hitam daripada sebutir intan yang berkilauan. Karena sesungguhnya kau sadar bahwa kau membutuhkan sebuah kehangatan yang mampu mengusir rasa dingin dari jiwamu. Lebih daripada sekedar keindahan yang ternyata membuatmu beku kedinginan.

Cinta karena Allah itu TIDAK akan tumbuh dari kecantikan seseorang. Namun KECANTIKAN seseorang justru akan tampak ketika kau mencintainya. Adalah bagaimana kau bisa mencintainya karena akhlak dan agamanya, bukan pada rupa, harta, ataupun nasabnya. karena dengan inilah kau bisa menepis kefakiran, kehinaan, ketidak bahagiaaan, dan kemudian menggantinya dengan kemuliaan yang diridhoi oleh Allah SWT.

Cinta karena Allah akan membuatmu merasa tidak perlu memiliki meskipun dalam hatimu kau sangat ingin. Adalah bagaimana kau bisa ikhlas ketika dia ternyata lebih mencintai orang lain dan bahkan kau pun bisa berdoa agar mereka bisa berbahagia.

Cinta karena Allah tidak akan menggiringmu pada jurang kemaksiatan. Ketika kau melihat dia dan mencintainya, hal itu akan membuatmu semakin berbenah diri, kau menjadi mampu melihat kekurangan-kekurangan dirimu untuk kemudian memperbaikinya.

Cinta Karena Allah tidak akan membuatmu berpikir sempit, justru kau akan berpikir lebih jauh ke depan, lebih matang, lebih dewasa, dan ke arah yang lebih serius…!! Kau tidak akan berpikir dan membayangkan apabila kalian sudah pacaran, namun kau sudah berpikir ke arah pernikahan. Karena kau sadar bahwa ia jauh lebih kokoh, suci, berarti dan bermakna di hadapan Allah daripada sekedar pacaran.

Cinta karena Allah terkadang tak tumbuh dengan sendirinya. Kita seperti layaknya diberi biji untuk ditanam. Lalu ia tergantung pada bagaimana kita merawatnya. Jika kita baik, maka baik pulalah perasaan itu, dan juga sebaliknya. Terkadang pula bisa jadi ia tumbuh dengan sendirinya. Ada saat dimana kau terkadang ingin membunuh saja perasaan tersebut namun entah mengapa kau tak berdaya. Karena sebenarnya bukanlah kita yang menumbuhkan perasaan cinta tersebut, namun Rabb yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang lah yang berkehendak atas segala perasaan itu.

Cinta karena Allah Bukanlah tentang bagaimana kalian saling memandang, namun bagaimana tentang kalian melihat ke arah yang sama, dan berjalan ke arah yang sama. Kalian sadar bahwa kalian tidak akan mampu menghadapi perjalanan tersebut sendirian melainkan kau butuh seseorang untuk berjalan disisimu, yang saling membantu, saling meringankan, dan saling mengarahkan dalam perjalanan menggapai Ridha-Nya.

Cinta karena Allah tidaklah selalu membutuhkan beragam kesamaan diantara kalian. Namun yang terpenting adalah kesamaan prinsip dan tujuan, yaitu menggapai ridha Allah SWT. dalam dirimu kau pun ingin agar kau merasa layak untuk mencintai dan dicintai olehnya.

PERJALANAN KE SYAM (Thufail Al Ghifari)


Thufail Al Ghifari
PERJALANAN KE SYAM


Ya Rabb
Terima Kasih atas semua kebaikanMu
yang telah memberikanku semua kenikmatan Islam ini...
Engkaulah sumber kekuatanku…
Walau begitu sering sunyi dan letih menghampiri...
Namun hening kisah abadi utusanMu selalu menghibur redup semangatku
Untuk tetap bertumbuh dalam ragam warna hari dan pendapat
Dan aku begitu merindu atas surgaMu
Walau begitu sering jiwaku merasa tak layak di sana…
Namun dibalik semua keterbatasanku...
Aku titipkan doa agar Kau mau untuk memaafkanku
Ada begitu banyak khilafku
Ada begitu banyak salahku...
namun adakah alasan lain dariku meneteskan air mata ini selain takut padaMu..

Takut pada AmarahMu, takut jika Kau tidak mengenalku kelak di akhirat nanti…

Ya Rabb
Aku belum bisa meneladani Nabi Muhammad 100%
Begitu sulit rasanya walau aku akan terus mencoba
Iman ini sering naik turun ya Rabb...
namun aku mohon jangan kau gelapkan hatiku dari hidayahMu
tak ada harta kekayaanku selain memiliki Islam dalam hidupku
tak ada kekayaan terbaikku selain menjadikan Engkau diatas segala galanya
tak ada warisan terbaik dalam hidupku selain mengakui Nabi Muhammad adalah utusanMu

Ya Rabb...
Angin kehidupan terus bertiup
Waktu selalu setia menemaninya berjalan
Menghias kekompakan siang dan malam
Dan Matahari yang tak lelah iringin putaran bulan di planet ini
Dan aku masih belum bisa memberikan apa – apa...
Hanya ingin tetap berusaha ikhlas
Dan coba tuk selalu tegar melawan setiap badai...

Chorus:
Ya Rabb...
Keringat – keringat yang basuh daki tubuh disetiap saksi saksi ikhtiar..
Dan ku yakin jika aku masih bertahan
itu pasti karena Kau selalu ada dalam setiap langkahku..
Sungguh...
hanya padaMulah aku sandarkan harapan
Hanya padaMu aku titipkan ikhtiar
agar gentar berubah menjadi radar keoptimisan
Menerawang esok dalam kepastian rahmat dan keberkahan

Aku berdoa dalam setiap keterbatasan
Menjaga yakinku melawan syahwatku yang sering menipu
Jagalah aqidahku dari ribuan thagut yang menyeranta dalam benak belukar
Anta beranta logika dan analisa yang tak jarang rumuskan kebutaan dunia

Keasingan ini berat ya Rabb
Maka aku mohon tegarkanlah jiwa yang lemah ini
BIsmillahi tawakaltu Alallah La haula wa la quwwata illa billah
Maka Kuatkanlah
Kuatkanlah hati yang rapuh ini
Teguhkan kepalan yang menyimpan cita cita Jihad menuju mahligai keridhoanMu
Mardhotillah... ya Rabb
Mardhotillah... ya Rabb

Karena janjiMu pasti dan ku sangat yakin itu
Maka jagalah langkahku dari segala WAHN yang menyesatkan
Tabahkan komitmen ini di antara semua fitnah dan duka

Ya Rabb
padaMu aku mencari jawaban disetiap dilemma dan kegundahan
Engkaulah tempat terbaik aku mencurahkan gelisah nafasku

Perjalanan ini terasa hampa tanpa kehadiranMu.. Ya Rabb
Aku yang hina ini berharap keridhoan menuju SurgaMu yang abadi…
Tak lelah ku memohon ampun padaMu
Agar setiap luka terbasuh syahdu nada cintaMu
Membuka ruas hati yang hitam dalam cahaya hidayahMu
Menembus ruang ruang kehidupan terindah
Aku yang ingin terjaga di jalanMu
Aku yang ingin selalu istiqomah melepas diri dari semua thagut mencari ridhoMu
Karena aku takkan pernah berharga kalau bukan karena cahaya keimanan dariMu
Maka aku berserah diri menjual semuanya padaMu
Belilah hamba dan lunasilah dengan keridhoanMu
Karena tak ada cita cita terbaik selain ingin bertemu dengan Engkau dan RasulMu
Dalam keindahan kehidupan yang abadi
Aku memohon ampunanMu, Aku mengemis cintaMu, Aku yang berusaha istiqomah dalam hijrah kepadaMu…Ampunilah hamba ya Rabb...

http://musiklib.org/Thufail_Al_Ghifari-Perjalanan_Ke_Syam-Lirik_Lagu.htm

Sabtu, 02 Juli 2011

KHUTBAH RASULULLAH MENYAMBUT RAMADHAN


“Wahai manusia, sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yg paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah, Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbal-alamin.

Wahai manusia, barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

(Seorang sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan khotbahnya, “Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walau pun hanya dengan seteguk air.”)
Wahai manusia, siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini, ia akan berhasil melewati Sirathal Mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.
Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain.

Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.”

(Aku –Ali bin Abi Thalib yang meriwayatkan hadits ini– berdiri dan berkata, “Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi, “Ya Abal Hasan, amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.)

Selasa, 28 Juni 2011

Salam bagimu, Ya Rasulullah.. Rindu kami padamu Ya Rasul.


Bayangkan apabila Rasulullah SAW dengan seizin Allah SWT, tiba-tiba muncul mengetuk pintu rumah kita
Beliau datang dengan tersenyum dan wajah bersih berseri didepan pintu rumah kita. Apa yang akan kita lakukan? Mestinya kita akan merasa sangat berbahagia; memeluk beliau erat-erat, lantas mempersilahkan beliau masuk ke ruang tamu kita. Kemudian tentunya kita akan memohon dengan sangat agar Rasulullah SAW sudi menginap beberapa hari dirumah kita.
Beliau tentu tersenyum
Namun, barangkali pula kita meminta Rasulullah SAW menunggu sebentar didepan pintu karena kita teringat CD dan play station yang ada diruang tengah dan kita tergesa-gesa memindahkannya ke dalam.
Beliau tentu tersenyum
Atau barangkali kita teringat pada gambar yang mengumbar aurat yang sengaja kita pajang diruang tamu kita, sehingga kita terpaksa juga memindahkannya ke belakang dengan tergesa-gesa.
Beliau tentu tersenyum
Barangkali kita akan memindahkan lafal Allah dan Muhammad yang ada diruang samping dan kita letakkan diruang tamu. Beliau tentu tersenyum
Bagaimana bila kemudian Rasulullah SAW bersedia menginap dirumah kita? Barangkali kita akan teringat bahwa adik atau ponakan kita lebih hafal lagu ketimbang menghafal Shalawat kepada Rasulullah SAW
Barangkali kita menjadi malu karena adik kita atau ponakan kita tidak mengetahui sedikitpun sejarah Rasulullah SAW, karena kita lupa dan lalai mengajari mereka
Beliau tentu tersenyum
Barangkali kita menjadi malu karena adik atau ponakan kita tidak mengetahui satupun nama keluarga Rasulullah SAW dan Sahabat, namun hafal diluar kepala nama tokoh film kartun kesukaannya Barangkali kita terpaksa menyulap satu kamar menjadi ruang shalat Barangkali kita baru sadar bahwa para wanita dirumah kita tidak memiliki satupun pakaian yang pantas dipakai untuk berhadapan dengan Rasulullah SAW
Beliau tentu tersenyum
Belum lagi koleksi buku kita dan adik kita Belum lagi koleksi kaset kita dan adik kita Belum lagi koleksi poster dikamar kita dan adik kita Kemana kita harus menyingkirkan semua koleksi tersebut demi menghormati junjungan kita?
Beliau tentu tersenyum
Barangkali kita menjadi malu karena pada saat maghrib keluarga kita malah sibuk didepan televisi Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tak pernah menjalankan shalat sunnah Barangkali kita menjadi malu karena keluarga kita tak bisa membaca Al Qur'an Barangkali kita menjadi malu karena kita tidak mengenal tetangga sebelah rumah kita
Beliau tentu tersenyum
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah menanyakan nama tukang sampah yang setiap hari lewat didepan rumah kita
Barangkali kita menjadi malu jika Rasulullah menanyakan nama penjaga mesjid di kampung kita
Betapa senyum beliau masih ada disitu
Bayangkan apabila Rasulullah SAW, tiba-tiba muncul didepan pintu rumah kita
Apa yang akan kita lakukan? Masihkah kita memeluk junjungan kita dan mempersilahkan beliau masuk dan menginap dirumah kita? Ataukah akhirnya dengan berat hati kita akan menolak beliau berkunjung kerumah kita karena hal itu akan membuat kita repot dan malu? Maafkan kami Ya Rasulullah
Masihkah beliau tersenyum? Senyum pilu.. Senyum sedih.. Dan senyum getir.. Masya Allah.. Betapa memalukannya kehidupan kita saat ini dimata Rasulullah SAW
Apalagi kepada yang mengutus beliau? Wallahu 'alam.. Semoga shalawat dan salam senantiasa Allah curahkan kepada beliau, keluarga, sahabat dan umat yang rindu terhadap beliau
Aamiin
Salam bagimu, Ya Rasulullah.

Kamis, 16 Juni 2011

Rahasia Hati

Alhamdulillah..
Puji dan syukur hanya tuk Illahi Robbi
Banyak senyum dan tawa disetiap hari
Namun tak bisa kupungkiri
keresahan dihati selalu hadir membayangi..

Kau yg datang menghampiri
Menghadirkan sejuta asa dihati
Pesonamu mampu mengisi
Ruang kosong direlung hati

Kau mampu membimbingku
Tuk lebih dekat dengan Robbku
Kaupun mampu merubah warna hariku
Tak lagi menjadi kelabu

Walaupun terpisah jarak dan waktu
Hadirmu mampu menggugah jiwaku
Kedekatan hatimu dengan RobbMu
Membuatku jatuh hati padamu

Ya Illahi Robbi..
Inikah anugerah yg Kau berikan untukku
Semoga rasa ini datang dariMu
Ku telah jatuh cinta pada hambaMu

Kubersyukur dapat mengenalmu
Walaupun mungkin kutak dapat menyentuh hatimu
Aku tak akan ungkapkan rasa ini padamu
Biarlah.. hanya aku dan Allah saja yg tau..

Merajut Mimpi

Akankah mimpi ini menjadi kenyataan
Atau hanya sebatas angan-angan
Semuanya indah dan menawan
Walau masih dalam bayangan..

Haruskah kuingkari asa direlung hati
Kerinduan yang tak kunjung bertepi
Membuat luka didalam hati semakin nyeri
Dan mengundang banyak air mata mengalir hingga kepipi..

Dalam hati ingin meyakini
Tapi keresahan selalu datang membayangi
Membuat langkah kaki terhenti
Dan terhempas hanya sampai disini..

Aku tak tau apa yg tlah terjadi
Ketakutan didalam hati
Kian hari kian menjadi
Entah besok atau nanti
Kuingin ini semuanya terjadi

Hanya bisa ikhtiar, bersabar dan menanti
Semua doa dan harapan dihati
Hingga dipenghujung usia nanti
Akankah ini semua menjadi nyata atau hanya sekedar mimpi?

Pasrahkan segalanya pada Illahi Robbi
Ikhlaslah dengan semua yg akan terjadi
Semoga Allah meridhoi stiap langkah kaki ini..

Kun Fayakun

..^Syair Hati^..

Sapamu senantiasa mewarnai hariku
Walaupun dihati merindu
Kutak mampu mengatakannya padamu

janji yang tlah terucap
mengikat hati dalam dekap
mencoba meyakini asa didalam hati
walau terkadang ragu datang menghampiri

kau sentuh hatiku
pesonamu meluluhkan jiwaku
kau mampu menepis keraguanku
dan mengisi celah diruang hatiku

bahagianya hati..
indah terasa bagaikan mimpi
bait bait cinta dlm sanubari
ciptakan syair nyanyian hati

Relung hati yg mulai terisi
tak mungkin lagi dapat dipungkiri
rasa yang tercipta dalam hati
mengalir perlahan dengan pasti

tak ingin menghindar dan berlari
dari asa yang dinanti
ku tau pasti ini akan terjadi
biarlah mengalir atas ijin Illahi

Berharap Allah meridhoi
Sgala rasa dan asa didiri
semoga dengan hadirnya dirimu
mampu menambah keimananku..