Jumat, 06 Mei 2011

Firman Allah SWT


Aku sesuai dengan persangkaan hambaku terhadapku.
Aku bersamanya ketika dia berzikir(mengingat atau menyebutku ).
Jika dia berzikir di dalam hatinya maka aku mengingatnya di dalam hatiku.
Jika dia mengingatku di dalam suatu jamaah,maka aku akan mengingatnya
di dalam jamah yang lebih baik dari jamaahnya(di dinia).
Jika dia mendekat kepadaku sejengkal,maka aku akan mendekatkannya sehasta.
Jika dia mendekatiku sehasta,maka aku akan mendekatinya selengan.
Jika dia mendekatiku dengan berjalan, maka aku akan mendekatinya dengan berlari.

Keindahan Wanita Sholeha Harapan Pemuda Sholeh


Sejauh mana seorang muslimah memahami makna dari kerudung dan jilbab, ini memerlukan proses pembelajaran untuk meyempurnakan pemahaman terhadap dua hal tersebut. Perintah (kewajiban) dari Allah SWT bagi seorang muslimah untuk menggunakan kerudung terdapat dalam dalam QS. An Nur;31, dikatakan, bahwa wanita muslimah dilarang menampakkan perhiasannya, kecuali yang biasa ditampakkannya. Dalam hal ini para ulama sepakat, bagian wanita yang boleh dilihat oleh laki-laki asing (bukan muhrimnya) hanya wajah dan telapak tangannya.

Dan Allah SWT memerintahkan kepada wanita muslimah untuk mengulurkan kerudungnya (khimar) sampai ke dadanya. Artinya, perintah dari Allah SWT kepada wanita muslimah untuk menutup rambutnya, sehingga hanya terlihat wajahnya saja.

Terimaksih ya Allah, karena engkau telah memberikan hidayah kepada hambamu ini untuk memakai Jilbab, walaupun ini masih jauh dari sempurna tetapi hamba bahagia karena engkau telah menuntunku untuk memenuhi perintahmu. Semoga hambamu ini akan terus mengenakan Jilbab ini sampai akhir nanti..amin

Kebanyakan dari mereka yang sudah memakai jilbab tetapi ingin melepaskannya karena faktor-faktor berikut :

1. ah gue jadi ga cantik kalo pake kerudung ! rambut sunsilk gue jadi ga kelihatan deh !

2. gerah ah ! ntar jadi bau ketek !

3. kan gue masih remaja, ntar aja ah pake kerudung nya, wktu gue udah nikah

4. ribet ah !

5. gue disangka anak alim, dan susah dapet pacar dong !


Karena Muslimah yang sudah baligh (seharusnya) sudah harus memakai kerudung untuk menutupi aurat (badan)nya.
padahal sangat disayangkan, padahal mereka sudah didapatkan kesempatan untuk mendapat hidayah, eh malah mementingkan fisik..astagfirullah.

1. Orang yang pakai kerudung, itu malah terlihat lebih cantik lho ! (di mata laki-laki) bahwa sosok seorang cewek yang pakai kerudung adalah seorang anggun namun tak terlihat, sehingga cowok ini penasaran :)

2. memang, pakai kerudung itu gerah, tapi kalau udah niat, berkerudung sama sekali ga gerah lho ! malah akan melindungi kita dari panas dan iritasi kulit

3.kita harus memakai kerudung se-dini mungkin, karena Allah SWT. menyukai remaja yang beribadah pada waktu dini. Berkerudung itu juga ibadah, so kenapa kita tidak ingin di sukai oleh Allah SWT yang telah menciptakan kita ?

4.kerudung ribet ? yee itu mah dia aja yang males. Sekarang kan udah ada kerudung yang langsung pakai itu. Tinggal ambil dari lemari, pakai deh sreeet ga pake ribet :D tapi kalau kamu mau pakai kerudung lipat sih ya itu terserah, dua-duanya sama-sama kerudung dan menutupi aurat kita kok.

5.Lha, dalam islam tidak di perbolehkan pacaran, tapi pacaran yang ada maksiat nya ya. Cewek kerudung ga usah pusing-pusing nyari cowok dengan berpacaran deh ! karena, cowok shaleh itu jika ingin menikah, dia akan mencari cewek yang agama nya kuat,shaleha dan pastinya pakai kerudung ! jika kita cewek yang shalehah (amiin) maka suami kita pun adalah orang yang shaleh juga (aminnn aminnn ya Allah :D) dan insyaAllah, dengan memakai kerudung kita akan terhindar dari perbuatan maksiat, amiiin

Semoga kita dapat belajar dari kejadian-kejadian yang sering terlihat dikalangan remaja ini.
Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan dan ada salah kata, karena TIADA SATUPUN MANUSIA YANG SEMPURNA. :)

Rabu, 04 Mei 2011

Terimakasih.. ALLAH (Part 2)


Terimakasih ya ALLAH, engkau telah membukakan pintu hati ku.
Rasanya diri ini sudah hina, dan terlalu banyak dosa yang telah hamba lakukan ya ALLAH.
Bimbinglah aku selalu untuk selalu berada dijalanmu ya ALLAH,
Berikanlah aku lelaki sholeh yang bisa menuntun aku untuk terus selalu berada dijalanmu ya ALLAH..

Jagalah hatiku dari semua rasa yang datang dari setan. Izinkan aku untuk selalu berada di jalan-MU, meskipun harus tertatih meraih ridha-MU. Allah, sungguh aku membutuhkan-MU dalam setiap hembusan nafasku..

Terimakasih.. ALLAH


Allah, satu persatu Kau wujudkan mimpiku.
Sungguh tak mampu aku menghitung semua karunia-Mu.
Dan tak sanggup aku mengukur seberapa besar rasa syukurku pada-Mu, Allah.
Semoga ini tidak membuatku terlena,
semoga dengan ini akan semakin besar rasa syukurku.

Terimakasih, Allah.
Terimakasih atas hidayah ini.
Terimakasih atas perubahan yang terjadi
sejak Kau mendatangkan hidayah untukku.
Terimakasih Allah,
untuk setiap kesempatan yang Kau berikan untukku
merasakan nikmat-Mu Yang Maha Indah ini.

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim,
Jadikanlah aku hamba-Mu yang shalehah,
yang doa-doanya mampu membawa ayah dan ibuku ke Jannah-Mu.
Alhamdulillah, Alhamdulillah,
Segala puji bagi-Mu Allah,
yang telah mencurahkan begiiiiiitttuuu banyak nikmat dan karunia..

Dan hati ini tak pernah berhenti bertasbih…

Allah, satu persatu Kau wujudkan mimpiku.
Sungguh tak mampu aku menghitung semua karunia-Mu.
Dan tak sanggup aku mengukur seberapa besar rasa syukurku pada-Mu, Allah.
Semoga ini tidak membuatku terlena,
semoga dengan ini akan semakin besar rasa syukurku.

Allah, sungguh Kau Maha Segala,
Kau menghadirkan mereka,
Disaat aku membutuhkan seseorang,
Untuk selalu menuntunku ke arah-Mu.
Sungguh indah ukhuwah ini, Rabbi.

Terimakasih, Allah.
Terimakasih atas hidayah ini.
Terimakasih atas perubahan yang terjadi
sejak Kau mendatangkan hidayah untukku.
Terimakasih Allah,
untuk setiap kesempatan yang Kau berikan untukku
merasakan nikmat-Mu Yang Maha Indah ini.

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim,
Jadikanlah aku hamba-Mu yang shalehah,
yang doa-doanya mampu membawa ayah dan ibuku ke Jannah-Mu.
Alhamdulillah, Alhamdulillah,
Segala puji bagi-Mu Allah,
yang telah mencurahkan begiiiiiitttuuu banyak nikmat dan karunia..

Dan hati ini tak pernah berhenti bertasbih…

Renungan Kehidupan


Ketika Allah Swt. menciptakan Adam as. yang rencananya akan ditempatkan di muka bumi, para malaikat bertanya kepada Allah Swt. Mampukah manusia menempati bumi itu? Pasalnya, ketika itu bumi masih berputar tidak pada porosnya, bergerak tanpa arah. Terjadilah dialog menarik:
Allah Swt: Aku akan menjadikan gunung.
Ketika gunung jadi, maka bumi menjadi tenang, bergerak pada posisi yang tetap.. Para Malaikat menjadi heran menyaksikan betapa kuatnya gunung yang menjadi pasak bumi.
Malaikat: Adakah yang lebih kuat dari gunung?
Allah Swt..: Ada, yaitu besi.
Malaikat: Adakah yang lebih kuat dari besi?
Allah Swt: Ada, yaitu api.
Malaikat: Adakah yang lebih kuat dari api?
Allah Swt: Ada, yaitu air.
Malaikat: Adakah yang lebih kuat dari air?
Allah Swt: Ada, yaitu angin.
Malaikat: Masih adakah yang lebih kuat dari angin?
Allah Swt: Ada, yaitu doa.

Bukan main,betapa kuatnya doa. Sayang banyak sekali manusia yang tidak tahu kehebatannya. Doa dianggapnya hanya milik orang-orang yang tersudut dalam kehidupan dunia. Doa hanya akrab dengan mereka yang hidupnya sengsara. Doa diidentikkan dengan mereka yang melarat saja. Padahal, siapa bisa hidup tanpa doa?
Ketika seorang bayi lahir tamu-tamu berdatangan, baik famili maupun handai taulan. Mereka mengucapkan selamat kepada ibu atau bapaknya atas kelahiran sang bayi. Apa arti ucapan selamat itu? Tidak lain adalah sebuah doa, selain kesyukuran yang mendalam.
Pada saat kita berpergian, entah ke mana, kitapun pamit kepada orang tua. Kita minta doa tentunya. Orang tua menyampaikan pesan agar berhati-hati di jalan, dan tidak lupa memanjatkan doa semoga selamat sampai di tempat yang dituju.
Sebagai orang Islam, kita dianjurkan selalu menyampaikan salam setiap bertemu dengan sesama muslim, baik yang dikenal maupun tidak. Kita sampaikan ucapan Assalamu’alaikum, yang dijawan dengan wa’alaikumsalam. Apa artinya salam itu? Apa lagi kalau bukan doa. Bahkan orang-orang lain mengucapkan selamat pagi, siang, dan malampun, intinya adalah doa. Hanya saja caranya yang berbeda. Umat Islam mengikuti ajaran Nabi, sementara yang lain mengucapkan salam menurut adat istiadat atau budaya setempat.
Doa sangatlah akrab dengan mereka yang konsisten menjalankan ibadah shalat. Karena hampir semua rangkaian shalat adalah doa. Sejak takbiratul ihram hingga salam selalu sarat dengan doa. Lantas bisakah kita lepas dari doa?
Seorang yang anti Tuhanpun sebenarnya juga mengenal doa. Mereka dalam berpidato, berkirim surat, ataupun berbicara, selalu menyelipkan kata semoga, mudah-mudahan, atau kata-kata yang senada. Apa arti semua selipan perkataan itu? Lagi-lagi adalah doa, meskipun tidak tahu ke mana menggantungkan harapannya.
Seorang ateis yang ikut berlayar, tiba-tiba mengetahui kapalnya dihempas ombak yang dahsyat. Semua alat komunikasi telah rusak, sementara tidak terlihat di kejauhan kapal-kapal lain yang siap menolong. Dalam kondisi antara hidup dan mati seperti ini mereka menjerit, “Tolonglah kami, tolonglah kami.” Siapakah yang diharapkan dapat menolong terutama oleh sang ateis tadi? Alat komunikasi terputus, semua awak kapal juga sibuk sendiri-sendiri mencari selamat, sedang tiada satu kapalpun yang kelihatan. Pertanyaannya sekarang, teriakan tadi ditujukan kepada siapa?
Inilah yang belum dipahami banyak orang, utamanya kaum anti Tuhan. Mereka menyangkal adanya Tuhan, tapi hati kecilnya mengakui. Pada saat tertentu pastilah terungkap, seperti dalam kasus di atas..
Ketika kereta api dalam kecepatan tinggi tiba-tiba lepas remnya, semua penumpang ribut. Ada yang menangis, ada yang teriak-teriak, ada yang lari ke sana kemari, malah ada yang melompat sambil teriak, ada pula yang tenang sambil komat-kamit membaca doa dan istighfar. Yang belum shalat tiba-tiba ingat kewajibannya. Yang melakukan maksiat menyesali perbuatannya. Apa yang mereka perbuata adalah rangkaian doa keselamatan.. Hanya caranya yang berlainan.
Bagi orang yang tidak beriman terikan histeris serta lolongan tangis adalah doa mereka. Hanya itu yang dapat mereka lakukan dalam mengatasi kekalutan, kegelisahan, dan ketakutan yang mencekam. Berbeda dengan yang punya iman. Mereka tenang menghadapi situasi seperti itu, tawakkal kepada Allah Swt. sambil memanjatkan doa demi keselamatannya.
Ada doa formal, ada pula doa informal. Doa formal adalah doa yang dilakukan oleh seorang muslim dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu dalam menghadapi situasi tertentu, dengan doa tertentu pula. Doa yang semacam ini telah diajarkan oleh Rasulullah Saw.
Hendak ke kamar mandi, ada doanya, demikian juga ketika keluar dari padanya. Hendak makan atau sesudah makan juga ada doanya. Bepergian atau naik kendaraan, Rasulullah Saw. mengajarkan doanya. Apalagi dalam rangkaian ibadah-ibadah mahdhah, maka doa itu terinci secara detail.
Berbeda dengan doa informal. Di sini tiada aturan yang pasti. Artinya teks doanya tidak harus berbahasa Arab, juga tidak harus sama dengan yang diajarkan Nabi. Waktu berdoa juga tidak ditentukan, kapan saja kalau mau. Tidak harus menghadap kiblat, juga tak perlu mengangkat tangan. Sepintas, tapi merupakan doa.
Ketika seorang ibu dipamiti anaknya, ia berdoa semoga selamat sampai tujuan. Ketika istri ditinggal suaminya berangkat kerja atau tugas luar kota, kontan berdoa semoga selamat, tiada hambatan dan juga tidak tergoda oleh bermacam rayuan dunia, dan segera meraih apa yang dicarinya. Doa-doa semacam itu tak kalah pentingnya dengan doa yang formal.. Sama-sama dikabulkan oleh Allah Swt.
“Mintalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.” (QS. Al-Mu’min: 60).
Waspada terhadap lidah kita, jangan sampai keperucut berdoa yang jelek. Seorang ibu yang marah-marah kepada anaknya, jangan sampai kelepasan doa yang bakal menyengsarakan anaknya, yang pada akhirnya juga menyengsarakan dirinya. Suatu contoh, seorang ibu, karena tidak mampu mencegah anaknya pergi, lantas terucap kata-kata: ‘Teruskan pergi, nanti kamu mendapati celaka.’
Nama adalah doa, kata Rasulullah Saw. Setiap panggilan boleh diartikan memanjatkan doa bagi yang dipanggil. Untuk itu berilah nama-nama yang baik kepada anak-anak kita. Alangkah malangnya bila nama si anak itu jelek, atau tidak mengandung arti apa-apa.
Termasuk di dalamnya adalah pemberian gelar atau nama-nama panggilan. Bila nama seseorang sudah baik, yang perlu dijaga jangan sampai dipanggil dengan laqab yang jelek. Hal ini dilarang oleh Islam, sebab nama adalah doa. Bisa jadi Allah Swt. mengabulkannya.
Nabi menganjurkan kepada siapa saja yang melakukan shalat hendaknya dengan konsentrasi tinggi. Bila ngantuk sebaiknya tidur dulu, karena bisa jadi lafadz-lafadz doanya salah atau malah bertolak belakang. Maunya berdoa yang baik-baik, tapi jadi minta yang jelek.
Mohonlah apa saja kepada Allah Swt., sebab Dia tidak pernah bosan menerima permohonan kita, malah senang. Dia Maha Kaya dan Maha Kuasa atas segala-galanya. Kepunyaan-Nya tiada pernah habis dibagi-bagi kepada manusia. Sebesar apapun yang kita minta, Allah Swt. pasti memilikinya, juga berkuasa untuk mengabulkannya.
Bukan berarti bila kita sudah berdoa lantas semua menjadi beres. Allah Swt. juga menguji kesungguhan kita, apa kita benar-benar membutuhkannya. Mujahadah itu juga erat kaitannya dengan doa. Tidak mungkin orang yang mengharapkan sesuatu kemudian tenang-tenang duduk di kursi goyang. Mereka pasti berusaha dengan sungguh-sungguh. Bila sudah nampak demikian, Allah Swt. tak akan terlambat mengulurkan Tangan-Nya.

Berdoalah, Niscaya Aku Kabulkan


Ada banyak keluhan yang dirasakan oleh orang-orang yang berdoa. Mereka meminta kepada Allah, tetapi belum mendapatkan jawaban dari doanya. Sehingga akhirnya muncul rasa pesimis, bahwa Allah tidak mendengarkan
keluhan dan kesusahannya. Mengapa?
Pada hakikatnya –sebagaimana ayat diatas “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan aku kabulkan”- adalah sebuah janji yang mutlak tidak mungkin diingkari oleh Allah Swt. karena sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji (QS. Ra’d: 31).

Sabda Rasulallah Saw:
“Tidak ada seorang muslim yang berdoa melainkan akan dikabulkan, ada kalanya disegerakan didunia, ada kalanya disimpankannya untuknya di akhirat. Dan ada kalanya digunakan untuk menghapuskan dosa-dosanya sesuai
dengan kadar doa yang ia ucapkan selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutuskan tali persaudaraan”.

Dan beliaupun bersabda:
“Nanti pada hari kiamat Allah Swt akan memperlihatkan setiap doa yang dipanjatkan oleh setiap orang sewaktu di dunia yang tidak Allah kabulkan, dimana Allah berfirman: Hambaku, pada suatu hari kamu memanjatkan doa kepadaku, namun Aku tahan doamu itu, maka inilah pahala sebagai pengganti doamu itu”. Orang yang berdoa itu terus menerus diberi pahala sehingga ia berharap kiranya semua doanya itu hanya dibalas di akhirat saja dan tidak diberikan di dunia”.

Dari kedua hadist diatas, kita akan mengerti bahwa tidak semua apa-apa yang kita minta (doa) kepada Allah, tidak selalu baik untuk dikabulkan di dunia. Tetapi boleh jadi akan lebih baik bila diterima di akhirat kelak.
Dan pada saat kita berdoa memohon kepada Allah, pada hakikatnya kita berada pada posisi dekat kepada Allah, sehingga walau tak dikabulkan di dunia, malah menjadi pahala penghapus dosa-dosa lalu. Lalu mengapa kita
tidak berdoa?

Berdoa adalah ibadah. Bahkan dikatakan sebagai ruhnya ibadah. Orang yang hidupnya tidak dilewati dengan berdoa maka ia adalah makhluk yang sombong. Padahal perilaku sombong adalah termasuk bagian sifat penghuni jahanam.

Sabda Rasulallah Saw:
Doa itu adalah ibadah. Kemudian beliau membaca firman Allah ta’ala (yang artinya): “Dan Tuhanmu berfirman: “berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina”

Abu Dzar al-Ghifari berkata: Doa itu melengkapi amal kebajikan sebagaimana garam melengkapi makanan.

Seseorang yang berdoa hendaknya jangan tergesa-gesa, karena sesungguhnya orang yang berdoa kepada Allah niscaya akan dikabulkan segera atau lambat. Kadang kala permohonannya dikabulkan seketika, kadangkala dikabulkan pada waktu yang agak lama, kadang kala tidak dikabulkan di dunia dan nanti akan diganti dengan pahala di akhirat. Setiap kita hendaknya selalu memposisikan diri sebagai hamba Allah yang berdoa, menangis di keheningan malam, memohon ampunan atas segala dosa di masa lalu. Memohon limpahan kemudahan hidup serta diselamatkan kelak dari api neraka.

Manusia yang merasa telah cukup puas dengan apa yang didapatkan didunia sehingga tidak mau berdoa adalah termasuk manusia yang merugi karena kesombongannya di hadapan Allah Swt. Para nabi dan rasulpun selalu menengadahkan tangan memohon dan berdoa kepada Allah Swt siang dan malam tanpa lelah. Mereka yang telah dijamin kebahagiaan di akhirat kelak masih mau meminta pertolongan Allah. Sedang kita yang belum tahu di mana tempat akhir persinggahan masih melalaikan fasilitas doa yang telah disedia di dunia.

Sebagai suri tauladan kita dapat temukan beberapa kisah para nabi dan rasul yang berdoa untuk mendapatkan hajat dan keinginan mereka. Seperti:

1. Nabi Adam As bapak para manusia memohon ampunan karena telah mendzalimi dirinya memakan buah khuldi di surga. Saat diturunkan didunia, setiap hamparan tanah tak terlepas dari tetesan air mata penyesalan beliau. Doa
beliau:
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 23)

2. Nabi Ibrahim As bapak para nabi mendoakan tanah suci makkah sebagai tanah yang diberkati oleh Allah, sehingga walau pun terdiri dari tanah yang tandus dan berbatuan, tetapi selalu dilimpahi rahmat dari berbagai buah-buah.
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (Albaqoroh: 126)

3. Nabi Musa as, nabi yang telah menyelamatkan bani Israil dari kukungan Firaun di mesir, pada saat beliau endapat kesusahan untuk berdakwah karena cacat pada lidahnya, maka ia berdoa:

“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku (QS. Thoha: 25-28 )

4. Nabi Sulaiman As, seorang yang mendapat kenikmatan dunia yang luar biasa, yang memiliki kekuasaan atas jin, manusia, binatang, angin dan air masih mampu mengucapkan doa.
“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan
rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS. An-Naml: 19)

Masih banyak doa-doa yang diucapkan para nabi dalam al-Quran, yang tentunya bila kita mau mentadaburi nya kita akan menjadi malu. Alangkah sombongnya kita, alangkah angkuhnya kita, alangkah malangnya diri kita yang telah menyia-nyiakan waktu dan umur kita dari perbuatan doa kepada Allah sedang para Nabi pun berdoa.

Berdoalah, agar kita selamat di dunia dan akhirat.