Rabu, 04 Mei 2011

Renungan Kehidupan


Ketika Allah Swt. menciptakan Adam as. yang rencananya akan ditempatkan di muka bumi, para malaikat bertanya kepada Allah Swt. Mampukah manusia menempati bumi itu? Pasalnya, ketika itu bumi masih berputar tidak pada porosnya, bergerak tanpa arah. Terjadilah dialog menarik:
Allah Swt: Aku akan menjadikan gunung.
Ketika gunung jadi, maka bumi menjadi tenang, bergerak pada posisi yang tetap.. Para Malaikat menjadi heran menyaksikan betapa kuatnya gunung yang menjadi pasak bumi.
Malaikat: Adakah yang lebih kuat dari gunung?
Allah Swt..: Ada, yaitu besi.
Malaikat: Adakah yang lebih kuat dari besi?
Allah Swt: Ada, yaitu api.
Malaikat: Adakah yang lebih kuat dari api?
Allah Swt: Ada, yaitu air.
Malaikat: Adakah yang lebih kuat dari air?
Allah Swt: Ada, yaitu angin.
Malaikat: Masih adakah yang lebih kuat dari angin?
Allah Swt: Ada, yaitu doa.

Bukan main,betapa kuatnya doa. Sayang banyak sekali manusia yang tidak tahu kehebatannya. Doa dianggapnya hanya milik orang-orang yang tersudut dalam kehidupan dunia. Doa hanya akrab dengan mereka yang hidupnya sengsara. Doa diidentikkan dengan mereka yang melarat saja. Padahal, siapa bisa hidup tanpa doa?
Ketika seorang bayi lahir tamu-tamu berdatangan, baik famili maupun handai taulan. Mereka mengucapkan selamat kepada ibu atau bapaknya atas kelahiran sang bayi. Apa arti ucapan selamat itu? Tidak lain adalah sebuah doa, selain kesyukuran yang mendalam.
Pada saat kita berpergian, entah ke mana, kitapun pamit kepada orang tua. Kita minta doa tentunya. Orang tua menyampaikan pesan agar berhati-hati di jalan, dan tidak lupa memanjatkan doa semoga selamat sampai di tempat yang dituju.
Sebagai orang Islam, kita dianjurkan selalu menyampaikan salam setiap bertemu dengan sesama muslim, baik yang dikenal maupun tidak. Kita sampaikan ucapan Assalamu’alaikum, yang dijawan dengan wa’alaikumsalam. Apa artinya salam itu? Apa lagi kalau bukan doa. Bahkan orang-orang lain mengucapkan selamat pagi, siang, dan malampun, intinya adalah doa. Hanya saja caranya yang berbeda. Umat Islam mengikuti ajaran Nabi, sementara yang lain mengucapkan salam menurut adat istiadat atau budaya setempat.
Doa sangatlah akrab dengan mereka yang konsisten menjalankan ibadah shalat. Karena hampir semua rangkaian shalat adalah doa. Sejak takbiratul ihram hingga salam selalu sarat dengan doa. Lantas bisakah kita lepas dari doa?
Seorang yang anti Tuhanpun sebenarnya juga mengenal doa. Mereka dalam berpidato, berkirim surat, ataupun berbicara, selalu menyelipkan kata semoga, mudah-mudahan, atau kata-kata yang senada. Apa arti semua selipan perkataan itu? Lagi-lagi adalah doa, meskipun tidak tahu ke mana menggantungkan harapannya.
Seorang ateis yang ikut berlayar, tiba-tiba mengetahui kapalnya dihempas ombak yang dahsyat. Semua alat komunikasi telah rusak, sementara tidak terlihat di kejauhan kapal-kapal lain yang siap menolong. Dalam kondisi antara hidup dan mati seperti ini mereka menjerit, “Tolonglah kami, tolonglah kami.” Siapakah yang diharapkan dapat menolong terutama oleh sang ateis tadi? Alat komunikasi terputus, semua awak kapal juga sibuk sendiri-sendiri mencari selamat, sedang tiada satu kapalpun yang kelihatan. Pertanyaannya sekarang, teriakan tadi ditujukan kepada siapa?
Inilah yang belum dipahami banyak orang, utamanya kaum anti Tuhan. Mereka menyangkal adanya Tuhan, tapi hati kecilnya mengakui. Pada saat tertentu pastilah terungkap, seperti dalam kasus di atas..
Ketika kereta api dalam kecepatan tinggi tiba-tiba lepas remnya, semua penumpang ribut. Ada yang menangis, ada yang teriak-teriak, ada yang lari ke sana kemari, malah ada yang melompat sambil teriak, ada pula yang tenang sambil komat-kamit membaca doa dan istighfar. Yang belum shalat tiba-tiba ingat kewajibannya. Yang melakukan maksiat menyesali perbuatannya. Apa yang mereka perbuata adalah rangkaian doa keselamatan.. Hanya caranya yang berlainan.
Bagi orang yang tidak beriman terikan histeris serta lolongan tangis adalah doa mereka. Hanya itu yang dapat mereka lakukan dalam mengatasi kekalutan, kegelisahan, dan ketakutan yang mencekam. Berbeda dengan yang punya iman. Mereka tenang menghadapi situasi seperti itu, tawakkal kepada Allah Swt. sambil memanjatkan doa demi keselamatannya.
Ada doa formal, ada pula doa informal. Doa formal adalah doa yang dilakukan oleh seorang muslim dengan sengaja dalam waktu-waktu tertentu dalam menghadapi situasi tertentu, dengan doa tertentu pula. Doa yang semacam ini telah diajarkan oleh Rasulullah Saw.
Hendak ke kamar mandi, ada doanya, demikian juga ketika keluar dari padanya. Hendak makan atau sesudah makan juga ada doanya. Bepergian atau naik kendaraan, Rasulullah Saw. mengajarkan doanya. Apalagi dalam rangkaian ibadah-ibadah mahdhah, maka doa itu terinci secara detail.
Berbeda dengan doa informal. Di sini tiada aturan yang pasti. Artinya teks doanya tidak harus berbahasa Arab, juga tidak harus sama dengan yang diajarkan Nabi. Waktu berdoa juga tidak ditentukan, kapan saja kalau mau. Tidak harus menghadap kiblat, juga tak perlu mengangkat tangan. Sepintas, tapi merupakan doa.
Ketika seorang ibu dipamiti anaknya, ia berdoa semoga selamat sampai tujuan. Ketika istri ditinggal suaminya berangkat kerja atau tugas luar kota, kontan berdoa semoga selamat, tiada hambatan dan juga tidak tergoda oleh bermacam rayuan dunia, dan segera meraih apa yang dicarinya. Doa-doa semacam itu tak kalah pentingnya dengan doa yang formal.. Sama-sama dikabulkan oleh Allah Swt.
“Mintalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.” (QS. Al-Mu’min: 60).
Waspada terhadap lidah kita, jangan sampai keperucut berdoa yang jelek. Seorang ibu yang marah-marah kepada anaknya, jangan sampai kelepasan doa yang bakal menyengsarakan anaknya, yang pada akhirnya juga menyengsarakan dirinya. Suatu contoh, seorang ibu, karena tidak mampu mencegah anaknya pergi, lantas terucap kata-kata: ‘Teruskan pergi, nanti kamu mendapati celaka.’
Nama adalah doa, kata Rasulullah Saw. Setiap panggilan boleh diartikan memanjatkan doa bagi yang dipanggil. Untuk itu berilah nama-nama yang baik kepada anak-anak kita. Alangkah malangnya bila nama si anak itu jelek, atau tidak mengandung arti apa-apa.
Termasuk di dalamnya adalah pemberian gelar atau nama-nama panggilan. Bila nama seseorang sudah baik, yang perlu dijaga jangan sampai dipanggil dengan laqab yang jelek. Hal ini dilarang oleh Islam, sebab nama adalah doa. Bisa jadi Allah Swt. mengabulkannya.
Nabi menganjurkan kepada siapa saja yang melakukan shalat hendaknya dengan konsentrasi tinggi. Bila ngantuk sebaiknya tidur dulu, karena bisa jadi lafadz-lafadz doanya salah atau malah bertolak belakang. Maunya berdoa yang baik-baik, tapi jadi minta yang jelek.
Mohonlah apa saja kepada Allah Swt., sebab Dia tidak pernah bosan menerima permohonan kita, malah senang. Dia Maha Kaya dan Maha Kuasa atas segala-galanya. Kepunyaan-Nya tiada pernah habis dibagi-bagi kepada manusia. Sebesar apapun yang kita minta, Allah Swt. pasti memilikinya, juga berkuasa untuk mengabulkannya.
Bukan berarti bila kita sudah berdoa lantas semua menjadi beres. Allah Swt. juga menguji kesungguhan kita, apa kita benar-benar membutuhkannya. Mujahadah itu juga erat kaitannya dengan doa. Tidak mungkin orang yang mengharapkan sesuatu kemudian tenang-tenang duduk di kursi goyang. Mereka pasti berusaha dengan sungguh-sungguh. Bila sudah nampak demikian, Allah Swt. tak akan terlambat mengulurkan Tangan-Nya.

Berdoalah, Niscaya Aku Kabulkan


Ada banyak keluhan yang dirasakan oleh orang-orang yang berdoa. Mereka meminta kepada Allah, tetapi belum mendapatkan jawaban dari doanya. Sehingga akhirnya muncul rasa pesimis, bahwa Allah tidak mendengarkan
keluhan dan kesusahannya. Mengapa?
Pada hakikatnya –sebagaimana ayat diatas “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan aku kabulkan”- adalah sebuah janji yang mutlak tidak mungkin diingkari oleh Allah Swt. karena sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji (QS. Ra’d: 31).

Sabda Rasulallah Saw:
“Tidak ada seorang muslim yang berdoa melainkan akan dikabulkan, ada kalanya disegerakan didunia, ada kalanya disimpankannya untuknya di akhirat. Dan ada kalanya digunakan untuk menghapuskan dosa-dosanya sesuai
dengan kadar doa yang ia ucapkan selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutuskan tali persaudaraan”.

Dan beliaupun bersabda:
“Nanti pada hari kiamat Allah Swt akan memperlihatkan setiap doa yang dipanjatkan oleh setiap orang sewaktu di dunia yang tidak Allah kabulkan, dimana Allah berfirman: Hambaku, pada suatu hari kamu memanjatkan doa kepadaku, namun Aku tahan doamu itu, maka inilah pahala sebagai pengganti doamu itu”. Orang yang berdoa itu terus menerus diberi pahala sehingga ia berharap kiranya semua doanya itu hanya dibalas di akhirat saja dan tidak diberikan di dunia”.

Dari kedua hadist diatas, kita akan mengerti bahwa tidak semua apa-apa yang kita minta (doa) kepada Allah, tidak selalu baik untuk dikabulkan di dunia. Tetapi boleh jadi akan lebih baik bila diterima di akhirat kelak.
Dan pada saat kita berdoa memohon kepada Allah, pada hakikatnya kita berada pada posisi dekat kepada Allah, sehingga walau tak dikabulkan di dunia, malah menjadi pahala penghapus dosa-dosa lalu. Lalu mengapa kita
tidak berdoa?

Berdoa adalah ibadah. Bahkan dikatakan sebagai ruhnya ibadah. Orang yang hidupnya tidak dilewati dengan berdoa maka ia adalah makhluk yang sombong. Padahal perilaku sombong adalah termasuk bagian sifat penghuni jahanam.

Sabda Rasulallah Saw:
Doa itu adalah ibadah. Kemudian beliau membaca firman Allah ta’ala (yang artinya): “Dan Tuhanmu berfirman: “berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina”

Abu Dzar al-Ghifari berkata: Doa itu melengkapi amal kebajikan sebagaimana garam melengkapi makanan.

Seseorang yang berdoa hendaknya jangan tergesa-gesa, karena sesungguhnya orang yang berdoa kepada Allah niscaya akan dikabulkan segera atau lambat. Kadang kala permohonannya dikabulkan seketika, kadangkala dikabulkan pada waktu yang agak lama, kadang kala tidak dikabulkan di dunia dan nanti akan diganti dengan pahala di akhirat. Setiap kita hendaknya selalu memposisikan diri sebagai hamba Allah yang berdoa, menangis di keheningan malam, memohon ampunan atas segala dosa di masa lalu. Memohon limpahan kemudahan hidup serta diselamatkan kelak dari api neraka.

Manusia yang merasa telah cukup puas dengan apa yang didapatkan didunia sehingga tidak mau berdoa adalah termasuk manusia yang merugi karena kesombongannya di hadapan Allah Swt. Para nabi dan rasulpun selalu menengadahkan tangan memohon dan berdoa kepada Allah Swt siang dan malam tanpa lelah. Mereka yang telah dijamin kebahagiaan di akhirat kelak masih mau meminta pertolongan Allah. Sedang kita yang belum tahu di mana tempat akhir persinggahan masih melalaikan fasilitas doa yang telah disedia di dunia.

Sebagai suri tauladan kita dapat temukan beberapa kisah para nabi dan rasul yang berdoa untuk mendapatkan hajat dan keinginan mereka. Seperti:

1. Nabi Adam As bapak para manusia memohon ampunan karena telah mendzalimi dirinya memakan buah khuldi di surga. Saat diturunkan didunia, setiap hamparan tanah tak terlepas dari tetesan air mata penyesalan beliau. Doa
beliau:
“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-A’raf: 23)

2. Nabi Ibrahim As bapak para nabi mendoakan tanah suci makkah sebagai tanah yang diberkati oleh Allah, sehingga walau pun terdiri dari tanah yang tandus dan berbatuan, tetapi selalu dilimpahi rahmat dari berbagai buah-buah.
“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (Albaqoroh: 126)

3. Nabi Musa as, nabi yang telah menyelamatkan bani Israil dari kukungan Firaun di mesir, pada saat beliau endapat kesusahan untuk berdakwah karena cacat pada lidahnya, maka ia berdoa:

“Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku (QS. Thoha: 25-28 )

4. Nabi Sulaiman As, seorang yang mendapat kenikmatan dunia yang luar biasa, yang memiliki kekuasaan atas jin, manusia, binatang, angin dan air masih mampu mengucapkan doa.
“Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah aku dengan
rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (QS. An-Naml: 19)

Masih banyak doa-doa yang diucapkan para nabi dalam al-Quran, yang tentunya bila kita mau mentadaburi nya kita akan menjadi malu. Alangkah sombongnya kita, alangkah angkuhnya kita, alangkah malangnya diri kita yang telah menyia-nyiakan waktu dan umur kita dari perbuatan doa kepada Allah sedang para Nabi pun berdoa.

Berdoalah, agar kita selamat di dunia dan akhirat.

Selasa, 03 Mei 2011

Never Forget to Say La ilaha illa Allah (Maher Zain)


Setiap kali mendengarkan lagu yang dinyanyikan oleh Maher Zain feat Mesut Kurtis yang berjudul "Never Forget" ini bikin saya merinding dan meneteskan air mata..
Berikut Lyric lagunya :

Maher Zain - Never Forget ft. Mesut Kurtis

Every night and every day
Every night and every day
Never forget to say
La ilaha illa Allah
(Nothing worthy of worship except Allah)

When youre walking down the street
And you see the clouds in the sky
Praise Him and always repeat
The name of The Most High
And say with every heartbeat
La ilaha illa Allah

Chorus

No matter where you are or what you do
Remember Allah is watching over you
He's the Light of Heavens and Earth
He's the first, and He is the last
Obey Him and always say
La ilaha illa Allah

Chorus

La ilaha illa Allah
La ilaha illa Allah
La ilaha illa Allah
Never forget to say
La ilaha illa Allah

Chorus

La ilaha illa Allah
La ilaha illa Allah
La ilaha illa Allah

Senin, 02 Mei 2011

"INSHA ALLAH" Maher Zain



Maher Zain? Siapa sih dia?
Itu kata pertama yang dulu terlintas di hati,

Akhirnya saya pun tertarik untuk mengetahui siapa Maher Zain..?? dari mana asal beliau..?? berikut sedikit share tentang biography Maher Zain :

Maher Zain (lahir 1982) adalah seorang penyanyi Swedia dan produser musik asal Lebanon. Album pertamanya ‘Thank You Allah’ dari 13 lagu dan dua lagu bonus dirilis pada tanggal 1 November 2009. Musik videonya di Youtube telah kolektif memperoleh lebih dari 4 juta view.

"INSHA ALLAH" Ini adalah lagu pertama yang memperkenalkan saya dengan Maher Zain.
Ketika saya sedang iseng-iseng mencari lagu-lagu islami di youtube, tak sengaja saya melihat ada Judul lagu "INSHA ALLAH" yg dinyanyikan oleh Maher Zain, lalu saya mencoba mendengarkannya.. DAN SUBHANALLAH lagunya benar" menyentuh hati banget, baik musik & liriknya. Kalau boleh saya katakan ini lagu “Gue Banget”! Saya suka musiknya, dan liriknya yang sangat menyentuh. Kalau lagi down dengerin lagu ini bikin bangkit semangat lagi. Coba perhatikan liriknya :

Every time
You feel like you cannot go on
You feel so lost and that you're so alone
All you see is night
And darkness all around
You feel so helpless you can't see which way to go
Don't despair
And never lose hope
'Cause Allah is always by your side

Chorus:
Insha Allah
Insha Allah
Insha Allah
You'll find your way

Every time
You commit one more mistake
You feel you can't repent and that it's way too late
You're so confused
Wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full shame
But don't despair
And never lose hope
Coz Allah is always by your side

Chorus

Turn to Allah
He's never far away
Put your trust in Him
Raise your hands and pray
Ya Allah
Guide my steps, don't let me go astray
You're the only one who can show me the way
Show me the way
Show me the way
Show me the way

InshaAllah
InshaAllah
InshaAllah
We'll find the way


Maher Zain, penyanyi religi asal Swedia ini telah banyak menginspirasi banyak pendengar untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Suaranya yang merdu serta mendayu-dayu ditambah lirik lagu yang begitu mendalam, membuat karya-karyanya begitu mudah diterima dan disukai oleh masyarakat, baik yang paham artinya maupun yang tidak mengerti sama sekali.

Saya selalu mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan oleh Maher Zain setiap saat, bangun tidur, dalam perjalanan, sebelum tidur, pagi, siang, sore, malam, tengah malam, pokoknya setiap saat deh!!
Dan karena sering mendengarkan lagu-lagu yang dibawakan oleh Maher Zain, hati saya pun tersentuh, jujur sebelumnya terkadang saya masih suka bolong-bolong dalam melaksanakan Shalat 5 waktu, tetapi Alhamdulillah sekarang saya tekadkan dalam diri saya, Insyaallah saya akan sealu menjalankan Ibadah Shalat 5 waktu yang merupakan kewajiban saya sebagai umat Muslim.

Kalau ada yang mau unduh lagunya banyak kok betebaran di inet. hehehe...
List lagu Maher dalam album Thank You Allah adalah ini..(ga bisa unduh di sini ya, maap)
Always Be There
Ya Nabi Salam Alayka
Insha Allah
Palestine Will Be Free
Thank You Allah
Allahi Allah Kiya Karo (feat. Irfan Makki)
The Chosen One
Baraka Allahu Lakuma
For the Rest of My Life
Hold My Hand
Awaken
Subhana Allah (feat. Mesut Kurtis)
Open Your Eyes
Ya Nabi (Arabic Version)
Thank You Allah a.k.a Thank You God (Acoustic Version)

Silahkan dicari & selamat mendengarkan! :D

Minggu, 01 Mei 2011

IBU


Lagu IBU yang dinyanyikan oleh Sakha adalah salah satu lagu favorite ku, Aku sangat mencintai IBU ku melebihi apapun, tetapi tidak melebihi Cinta ku kepada ALLAH SWT.

Berikut ini adalah Lyric lagu-nya :

Sebening tetesan embun pagi..
Secerah sinarnya mentari..
Bilaku tatap wajahmu oh ibu..
Ada kehangatan didalam hatiku..

Air wudhu' selalu membasahimu..
Ayat suci selalu dikumandangkan..
Suaramu penuh keluh dan kesah..
Berdoa untuk putra putrinya..
(Chorus)

Oh ibuku..
Engkaulah wanita..
Yang ku cinta selama hidupku..
Maafkan anakmu bila ada salah..
Pengorbananmu tanpa balas jasa..

Ya Allah ampuni dosanya..
Sayangilah dia seperti menyayangiku..
Berilah dia kebahagiaan..

Aku hanya menyarankan, disaat IBU masih ada, kita- kita yang masih mempunyai IBU, diharapkan agar selalu menjaganya, janganlah menyakiti hatinya, Dan buatlah agar IBU bangga akan hidup kita, itu akan bisa membahagiakan hatinya.
Aku tidak mau kehilangan IBU, Aku sangat menyayangi IBU ku, tidak ada yg bisa memisahkan kami walaupun badai menerjang, kami tidak akan terpisahkan kecuali Allah SWT yg dapat memisahkan kami, tetapi kalau disuruh memilih.. Lebih baik, aku dulu yang pergi daripada aku harus hidup tanpa IBU.
Pokoknya satu hal yang ingin aku kasih tahu, kalau aku sangat menyayangi IBU ku…
I LOVE U MOM…..

Menggapai Pertolongan Allah SWT


Dalam hidup sering kita di hadapkan pada masalah yang amat begitu rumit untuk diselesaikan. Ketika gagal, banyak yang menganggap bahwa apa yang dilakukan tidak mendatangkan manfaat apapun. Terkadang diliputi keraguan dan mimpi-mimpi yang sulit diraba, merasa lelah memikirkan sesuatu yang sulit diraih. Akhirnya akan diliputi oleh perasaan sesal dan sedih yang berkepanjangan, merasa tidak berarti.

Lalu bagaimanakah caranya agar pertolongan Allah turun? Berikut ini adalah beberapa sebab yang menyebabkan pertolngan Allah turun kepada hambanya.


1. Senantiasa berjuang di jalan Allah / menolong agama Allah.
Allah berfirman;
“Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (QS. Muhammad : 7)

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (QS. Al Hajj : 40)


2. Senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah
Allah berfirman;
”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar”(QS. Ath Thalaq:2)

”Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya jalan kemudahan dalam urusannya.”(QS. Ath Thalaq:4)

3. Mudahkanlah urusan orang lain.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda: ‘Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya’. (HR. Muslim, lihat juga Kumpulan Hadits Arba’in An Nawawi hadits ke 36).


4.Akhir kata mintalah pertolongan Allah dengan sabar dan jangan lupa shalat.
Allah berfirman;
”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.” (Al Baqarah : 153)

Cinta Kepada Allah SWT


Allah SWT adalah Tuhan kita
Yang wajib kita cintai
dan harus selalu kita taati

"laa ilahaa illaAllah"
Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah SWT
Hanya kepada Allah sajalah kita beribadah, dengan cara yang Allah cintai

Allah menciptakan kita
Mata untuk melihat
Kaki untuk berjalan
Tangan untuk bekerja
Dan setiap nikmat lain ditubuh kita

Udara untuk bernafas
Tanaman dan Ternak untuk makan
Matahari yang bersinar terang
Bintang-bintang yang indah menghias langit
Dan setiap benda yang ada dialam ini

Setiap muslim wajib mencintai Allah
Termasuk kamu & aku

Nikmat Allah tidak dapat dihitung
Coba bayangkan jika Allah tidak menciptakan udara
Kita semua akan mati karena tidak dapat bernafas

Lalu, jika hujan tidak turun
Tanaman akan mati kekeringan
Ternak juga..
Bahkan kamu & akau akan mati kehausan

Sungguh nikmat Allah tidak dapat dihitung
Karena itu kita harus bersyukur
Memuji Allah yang Maha Pemurah

Allah memberi petunjuk
Kepada siapa yang dia kehendaki
Yang selalu taat menjalankan perintahnya
Dan menjauhi apa yang dilarang Allah
Sehingga mereka menjadi hamba yang berbahagia
Yaitu orang-orang yang masuk kedalam Surga-nya

Allah memberi hukuman
Kepada siapa yang dia kehendaki
Yaitu orang-orang jahat
Yang selalu berbuat dosa
Dan tidak menjalankan Perintah-nya
Mereka akan disiksa didalam neraka

Tidak ada yang serupa dengan Allah
Maha Esa dia, tidak ada Sekutu bagi-nya
Allah Maha Melihat apa yang kita kerjakan
Allah Maha mendengar segala apa yang kita ucapkan
Dan mendengar doa-doa kita

Semua yang hidp pasti akan mati
Tetapi Allah Maha Hidup lagi Kekal
Dia tidak pernah tidur, selalu mengurusi Makhluk-nya

Allah Maha Lembut
Dan mencintai kelembutan
Karena itu, kita juga harus bersikap lemah lembut
Kepada orang tua, kaka, adik, teman-teman
Dan semua orang-orang Muslim

Jika kita berbuat dosa & kesalahan
Kita harus segera memohon ampun kepada Allah
Karena Allah Maha Pengampun
Allah Maha Pemaaf
Memaafkan semua dosa
Bagi orang-orang yang mau bertaubat Kepada-nya
Dan jangan lupa kalau kita berbuat salah kepada orang lain
Kita juga harus meminta maaf kepadanya

Nah teman-teman!
Jika kita sungguh mencintai Allah
Kita harus belajar
Untuk menjadi Muslim yang baik

Mentaati perintah Allah
Dan menjauhi Larangan-nya
Kita beribadah hanya kepada Allah saja
Berdoa kepada Allah
Memohon pertolongan hanya kepada Allah
Dengan cara yang diajarkan Nabi Muhammad saw.

AKU MENCINTAI ALLAH
HANYA KEPADA-NYA AKU BERIBADAH
BERUSAHA MENJALANKAN SEGALA PERINTAHNYA
DAN MENJAUHI LARANGANNYA
AGAR AKU MENJADI MUSLIM YANG BERUNTUNG :) :)