Selasa, 04 Januari 2011

Purnama Bulan Ramadhan

Memandang purnama nan bercahaya
Laksana hamba mengiba cintaNya
Menghias harapan menjadi doa
Merasakan indahnya saat berkhalwat denganNya

Mampukah Aku

Mampukah aku melupakanmu ??

Yang setiap malam selalu menghiasi

Mimpi dan harapanku

Aku tak tahu kapan terjadi. . .


Mampukah aku melupakanmu ??

Yang telah terpatri dihati

Sejak cinta mulai bersemi. . .


Mampukah aku melupakanmu ??

Walau ada hati yang mencari

Kebenaran kisah kasih sebuah mimpi. . .

4 Hari Cinta

Baru saja aku melewati hari-hari bahagia bersamamu

Namun kini kau telah menjauh dari diriku

Aku tak mengerti..

Mengapa tiba-tiba kau menjauh dariku ?

Mengapa harus secepat ini ?

Tidakkah kau memikirkan perasaanku ?

Yang telah terbuai oleh kata-kata manismu..


4 hari mengenalmu

Benar-benar membuatku bahagia

Aku bisa melupakan dirinya karena dirimu

Terimakasih..

Engkau telah mengisi hari-hariku selama 4 hari ini

Walaupun ini hanya sesaat


Kini ku hanya dapat berharap..

Mungkin disuatu saat nanti

Kau dan aku bisa bersama lagi

Bisa melawati hari-hari bahagia bersamamu

Adalah suatu hal yang selalu ku nanti..

Cinta

Cinta…
Membuatku berkhayal
Cinta…
Membuatku terbang ke awan
Cinta…
Membuatku ingin menggapai impian

Tapi jika cinta itu hilang ?
Ku tak dapat berbuat apapun
Impianku hilang tak berbekas…

Kini semua tinggal kenangan
Kini ku hanya dapat menyesal
Dan kini ku hanya dapat berharap
Cinta sejati kan datang kembali
Dihadapanku, Didekatku
Hingga akhir hayatku…

Sendiri

Butir salju perlahan menipis
Tinggalkan kebekuan yang semakin mengiris
Sayap-sayap burung telah patah
Rapuh…

Hembusan angina bergulir merdu
Berbisik pelan mengoyak hati
Kicauan burung tak dapat lagi ku dengar
Mereka pergi…

Aku ini satu dari hamparan debu
Kini terbuang tak berarti
Ingin berlari menembus mentari
Dan mencari seorang kawan sejati

Mungkin semua tak akan terjadi
Karena semua pun tak akan perduli
Dan aku terus memilih sendiri..

Ibu

Ibu...
adalah wanita yang telah melahirkanku
merawatku
membesarkanku
mendidikku
hingga diriku telah dewasa

Ibu...
adalah wanita yang selalu siaga tatkala aku dalam buaian
tatkala kaki-kakiku belum kuat untuk berdiri
tatkala perutku terasa lapar dan haus
tatkala kuterbangun di waktu pagi, siang dan malam

Ibu...
adalah wanita yang penuh perhatian
bila aku sakit
bila aku terjatuh
bila aku menangis
bila aku kesepian

Ibu...
jasamu tiada terbalas
jasamu tiada terbeli
jasamu tiada akhir
jasamu tiada tara
jasamu terlukis indah di dalam surga

Ibu...
hanya do'a yang bisa kupersembahkan untukmu
karena jasamu
tiada terbalas

Minggu, 02 Januari 2011

Mencintai-MU semampuku


Rabbii,
Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar,
yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya
meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga.
Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad.
Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan dienMu.

Izinkan aku mencintaiMu,
melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di
perempatan jalan,
pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan.
Pada makanan-makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan.

Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang
shahabat NabiMu
hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya.
Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu,
dalam shalat yang coba kudirikan terbata-bata,
meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia.

Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib,
yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu.
Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku.
Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku.

Yaa, Maha Rahmaan,
Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah,
yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam.
Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah
harianku.
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.

Yaa Rahiim
Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah,
yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu.
Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu.
Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan
sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu.

Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran
bagi tumbuhnya generasi baru.

Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya,
bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya,
dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya.
Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya.
Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku,
dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam
semesta.
Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii

Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku.
Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang
nadiku.